SD SANTO YOSEPH 1 DARI MASA KE MASA


Bicara tentang sejarah Sekolah Dasar Katolik di Denpasar Bali, ternyata pada saat itu hanya ada satu sekolah Katolik yang bernama SDK Swastiastu. Sekolah ini berdiri pada tanggal 15 Agustus 1958 sebagai bentuk wujud nyata karya perutusan Sang Guru dan teladan pendidikan Kristiani melalui para misionaris dan kaum awam. Sekolah Dasar Katolik di Denpasar, menurut ceritanya dari tokoh-tokoh umat Katolik di Denpasar didirikan oleh Pastor Paroki. Waktu itu Pastor Parokinya adalah Pastor Heine, SVD. SDK ini diberi nama menurut Santo pelindung paroki yaitu Santo Yoseph, sehingga namanya menjadi Sekolah Dasar Katolik Santo Yoseph Denpasar.
Sejak bulan Agustus 1959 berdirilah suatu Yayasan Keuskupan Denpasar yang bernama Yayasan Swastiastu. Sejak itu SDK St. Yoseph Denpasar mendapat tambahan nama menjadi Sekolah Dasar Katolik Santo Yoseph Swastiastu Denpasar, dengan nama yang biasa dikenal umum SDK Swastiastu Denpasar. Waktu tahun 1958 lokal yang ada atau dibangun sebanyak 5 lokal. Dengan perlengkapan yang sangat sederhana. Sekitar tahun 1962 dibangun lagi 6 lokal untuk kelas SD dan TK dan ½ lokal untuk kantor dengan perlengkapan yang lebih memadai.




Sekitar tahun 1964 yang sehalaman dengan SDK Swastiastu Denpasar dibangun 8½ lokal untuk kelas dan kantor SMPK Swastiastu Denpasar. Masyarakat Katolik dan non Katolik di sekitar kota Denpasar makin merasakan kehadiran SDK St. Yoseph Swastiastu Denpasar, sehingga makin banyak orang tua murid yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini. Hingga tahun 1981 SDK Swastiastu Denpasar berkembang hingga mencapai 35 kelas dengan jumlah siswa sekitar 1300 orang dengan karyawan sekitar 45 orang dan 1 orang Kepala Sekolah. Dengan melihat keadaan kelas yang besar itu dan jumlah siswa yang cukup banyak, maka diusulkan oleh Kepala Sekolah yang waktu itu Nyoman Y. Kasun ke Yayasan Swastiastu Pusat supaya SDK Swastiastu Denpasar dipecah menjadi 2 (dua). Usul ini mendapat persetujuan dari Yayasan. Sekitar bulan Juni 1981 Bapak Kepala Sekolah SDK Swastiastu Denpasar mengirimkan ke Kantor Wilayah P dan K Propinsi Bali pemberitahuan tentang pemecahan SDK Swastiastu Denpasar menjadi 2 (dua) sekolah yaitu SDK Swastiastu I dan SDK Swastiastu II Denpasar.


Dikarenakan nama Swastiastu menjadi pertentangan oleh beberapa tokoh agama yang ada di Bali, maka SDK I Swastiastu Denpasar diubah menjadi SD Santo Yoseph 1 Denpasar pada tahun 2000 sampai dengan sekarang. Bicara tentang sejarah Sekolah Dasar Katolik di Denpasar Bali, ternyata pada saat itu hanya ada satu sekolah Katolik yang bernama SDK Swastiastu. Sekolah ini berdiri pada tanggal 15 Agustus 1958 sebagai bentuk wujud nyata karya perutusan Sang Guru dan teladan pendidikan Kristiani melalui para misionaris dan kaum awam. Sekolah Dasar Katolik di Denpasar, menurut ceritanya dari tokoh-tokoh umat Katolik di Denpasar didirikan oleh Pastor Paroki. Waktu itu Pastor Parokinya adalah Pastor Heine,SVD. SDK ini diberi nama menurut Santo pelindung paroki yaitu Santo Yoseph, sehingga namanya menjadi Sekolah Dasar Katolik Santo Yoseph Denpasar.


Sejak bulan Agustus 1959 berdirilah suatu Yayasan Keuskupan Denpasar yang bernama Yayasan Swastiastu. Sejak itu SDK St. Yoseph Denpasar mendapat tambahan nama menjadi Sekolah Dasar Katolik Santo Yoseph Swastiastu Denpasar, dengan nama yang biasa dikenal umum SDK Swastiastu Denpasar. Waktu tahun 1958 lokal yang ada atau dibangun sebanyak 5 lokal. Dengan perlengkapan yang sangat sederhana. Sekitar tahun 1962 dibangun lagi 6 lokal untuk kelas SD dan TK dan ½ lokal untuk kantor dengan perlengkapan yang lebih memadai. Sekitar tahun 1964 yang sehalaman dengan SDK Swastiastu Denpasar dibangun 8½ lokal untuk kelas dan kantor SMPK Swastiastu Denpasar. Masyarakat Katolik dan non Katolik di sekitar kota Denpasar makin merasakan kehadiran SDK St. Yoseph Swastiastu Denpasar, sehingga makin banyak orang tua murid yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini. Hingga tahun 1981 SDK Swastiastu Denpasar berkembang hingga mencapai 35 kelas dengan jumlah siswa sekitar 1300 orang dengan karyawan sekitar 45 orang dan 1 orang Kepala Sekolah. Dengan melihat keadaan kelas yang besar itu dan jumlah siswa yang cukup banyak, maka diusulkan oleh Kepala Sekolah yang waktu itu Nyoman Y. Kasun ke Yayasan Swastiastu Pusat supaya SDK Swastiastu Denpasar dipecah menjadi 2 (dua). Usul ini mendapat persetujuan dari Yayasan. Sekitar bulan Juni 1981 Bapak Kepala Sekolah SDK Swastiastu Denpasar mengirimkan ke Kantor Wilayah P dan K Propinsi Bali pemberitahuan tentang pemecahan SDK Swastiastu Denpasar menjadi 2 (dua) sekolah yaitu SDK Swastiastu I dan SDK Swastiastu II Denpasar. Dikarenakan nama Swastiastu menjadi pertentangan oleh beberapa tokoh agama yang ada di Bali, maka SDK I Swastiastu Denpasar diubah menjadi SD Santo Yoseph 1 Denpasar pada tahun 2000 sampai dengan sekarang.
admin@sdkstyoseph1.sch.id
(+62)361-225166
Jalan Serma Kawi No 2, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, Indonesia, 80114
© SD Santo Yoseph 1 Denpasar, ALL RIGHTS RESERVED



